Kalkulator Harga Wajar Saham

Mizan Saham: Kalkulator 5 Dimensi

Valuasi menyeluruh dari sisi Aset, Pertumbuhan, Syirkah, Relatif, & Teknikal.

Memuat panduan Fiqh Muamalah...
Harga Saham Saat Ini (Rp) ? Fungsi: Cerminan "Ekspektasi Pasar" saat ini. Kita menginput harga ini semata-mata untuk membandingkannya dengan 5 Teori Harga Wajar di sebelah kanan. Jika Harga Pasar jauh di bawah Harga Wajar, maka saham tersebut Undervalued (Diskon).

Cara mencari: Buka RTI Business / Sekuritas, masukkan kode emiten, lalu lihat angka (harga) terbesar yang sedang berjalan.
Data Fundamental (Wajib)
EPS (Laba Per Lembar) ? Definisi: Earnings Per Share. Menggambarkan kemampuan asli 'mesin bisnis' perusahaan mencetak laba bersih untuk tiap 1 lembar saham.

Info Penting: Gunakan EPS dengan keterangan (TTM) atau Trailing Twelve Months agar data laba mencerminkan 4 kuartal terakhir secara riil, bukan sekadar proyeksi setahun.

Cara mencari (RTI): Ketik Kode Saham -> Buka Tab 'Key Statistics' -> Scroll ke tabel 'Income Statement' -> Salin angka di baris 'EPS (TTM)'.
BVPS (Nilai Buku Per Lembar) ? Definisi: Book Value Per Share. Merupakan "Harga Modal" atau nilai ekuitas murni perusahaan (Total Aset riil dikurangi Total Utang). Jika besok perusahaan tiba-tiba bangkrut dan seluruh asetnya dilikuidasi, ini adalah perkiraan sisa uang yang bisa dikembalikan ke pemegang saham.

Cara mencari (RTI): Buka Tab 'Key Statistics' -> Scroll ke tabel 'Balance Sheet' -> Salin angka di baris 'BVPS'.
Target PER (x) ? Fungsi: Price to Earnings Ratio adalah tolok ukur "Seberapa mahal pasar mau membayar untuk tiap Rp 1 laba perusahaan". Digunakan khusus untuk Valuasi Teori Ke-4 (Relatif).

Cara Menentukan:
1. Gunakan rata-rata PER saham tersebut dalam 3 tahun terakhir. (Cek di RTI -> Tab 'EPS/PER').
2. Atau gunakan PER rata-rata industri sejenis.
3. Standar wajar moderat biasanya di angka 10 hingga 15.
Growth (%) ? Fungsi: Benjamin Graham memodifikasi rumusnya untuk menghargai emiten yang labanya terus bertumbuh (Teori Ke-2).

Panduan Pengisian:
0% - 5%: Perusahaan batu bara, komoditas, atau bisnis yang stagnan.
5% - 10%: Perusahaan raksasa yang stabil (Bank besar, Consumer Goods).
10% - 15%: Perusahaan yang sedang berekspansi pesat.
*Hindari memasukkan angka di atas 15% agar valuasi tidak terlalu halu/optimis berlebihan.
Data Syariah & Teknikal
Dividen (DPS) ? Dividen (DPS): Dalam prinsip Syirkah (Kerja Sama Modal), keuntungan yang hakiki adalah 'Bagi Hasil' uang tunai, bukan sekadar tebak-tebakan harga saham (Capital Gain). Buka RTI -> Tab 'Dividend'. Masukkan total Rupiah yang dibagikan dalam 1 tahun terakhir. Jika pelit dividen, isi 0.
Acuan Sukuk (%) ? Acuan Sukuk: Rumus asli barat menggunakan Suku Bunga Obligasi (Riba). Untuk menjadikannya sesuai kaidah syariah, kita ganti variabel "Suku Bunga" menjadi "Imbal Hasil Sukuk Ritel Negara" (Investasi syariah paling aman jaminan pemerintah). Saat ini angkanya berkisar di 6.0 hingga 6.8.
Tertinggi 1Th (High) ? Fungsi: Harga puncak/termahal saham ini disentuh dalam 52 Minggu terakhir. Berfungsi mendeteksi area 'Resistance' atau batas atas psikologis kepuasan pasar.

Cara mencari (RTI): Halaman depan emiten, lihat kotak/baris '52W High'.
Terendah 1Th (Low) ? Fungsi: Harga dasar/termurah saham ini disentuh dalam 52 Minggu terakhir. Berfungsi mendeteksi area 'Support' psikologis yang kuat. Semakin dekat harga saat ini dengan titik Low, semakin kecil risiko penurunannya.

Cara mencari (RTI): Halaman depan emiten, lihat kotak/baris '52W Low'.
📊 Peta Valuasi Visual

Bar Hijau = Undervalued (Diskon) | Bar Merah = Overvalued (Mahal)

🛡️ 1. Graham Klasik (Berbasis Aset)
Rp 0

Metode nilai wajar defensif yang sangat ketat (PER max 15x, PBV max 1.5x).

📈 2. Intrinsic Value (Modifikasi Sukuk)
Rp 0

Metode yang menghargai laju Pertumbuhan (Growth), dibersihkan dari asumsi Riba.

🌿 3. Valuasi Syirkah (Bagi Hasil Dividen)
Rp 0

Nilai wajar modal agar Ujrah (Dividen) setara dengan amannya menabung di instrumen Sukuk.

⚖️ 4. Fundamental Relatif (Pendekatan Pasar)
Rp 0

Menggunakan konsep 'Harga Umum' (Urf) di pasar. Valuasi berdasarkan seberapa pantas laba dihargai oleh rata-rata investor atau industri sejenis.

📉 5. Teknikal Historis (Psikologi Pasar)
Rp 0

Titik keseimbangan Supply dan Demand dalam 1 tahun terakhir. Sangat membantu mencari momentum beli agar tidak terjebak harga pucuk.